April 2011
18 posts
- Pagi tadi setelah saya mengantar amplop cokelat A3 ke kosan temen, saya langsung menyambung perjalanan ke kantor. Yang tidak disangka ternyata saya seangkot sama temen kantor saya ahaha baru sadar ada kehadirannya setelah 1/4 perjalanan, saya langsung menuduh dia kamuflase. Katanya motornya sedang mogok. Lalu di suatu pengkolan ada 2 anak SD yang masih cilik-cilik ditemani dengan ibunya, mereka naik angkot yang sama dengan saya. Sedikit menguping, mereka hendak turun.
- Ibunya: Kiri, Pak!
- Anak SD 1: (bertanya ke Anak SD 2, kritis) Eh, kenapa ya kok harus "Kiri"?
- Anak SD 2: (menjawab se-kasual mungkin) Kiri itu artinya diem.
- Lalu mereka turun bergantian.
Tulisan sebelum pulang ngantor.
Perjalanan dari rumah - kantor atau sebaliknya memang memakan waktu, 1 jam. Berangkat sejam, pulang sejam. jadi 2 jam. Terdengar melelahkan kah? Jika dihitung-hitung untung rugi justru memang terkesan lelah dan “uyuhan”, tapi untungnya tidak. Saya menikmatinya :D
Ini yang saya sebut dengan impas. Perjalanan jauh tapi disuguhi pemandangan sepanjang jalan yang tidak membosankan — at least for me, dari Cicadas yang Bronx ke Gunung Batu perbatasan Cimahi. Suasana dan teman-teman kantor yang menurut saya stabil tapi progresif. Anjing bernama Bleki yang datang setiap makan siang (favorit akuuu! :D) dan lain-lain, lain-lain, lain-lain hehe.
Hal lain yang juga menyebabkan ke-impas-an. Selama diangkot banyak kejadian yang tidak terduga, saya bisa naik angkot gratis disuatu hari karena (mungkin) sedang beruntung. Besoknya saya menyaksikan ibu-ibu yang juga di gratiskan dari tarif angkot. Jadi berasumsi kalau yang namanya keberuntungan pasti bergilir ahaha, teori yang sotoy.
Perjalanan yang jauh ini juga memaksa saya membuat kemajuan yang berguna, yaitu mengendarai motor ahhaha. Walau belum keluar SIM (rencananya mau nembak aja). Walaupun belum benar-benar turun ke jalan raya karena masih terlalu berhati-hati. Tapi saya senang :D saya punya kemajuan. Alhamdulillah.
Al Green - For The Good Times
Don’t look so sad I know its over
But life goes on and this world keeps on turning
Let’s just be glad we have this time to spend together
There is no need to watch the bridges that were burningLay your head on my pillow
Hold your warm and tender body close to mine
Hear the whisper of the raindrops
Blow softly against my window pain late at nightMake believe you love me one more time
For the good times
For the good times
I’ll get along I’m sure youll find another
But baby please remember I’ll be here
I’m gone stay right here if you should ever find that you need meDon’t say a word about tomorrow forever and ever and ever
There will be time enough for severence when you need me
Sentimentil dan biyutiful, realistis tapi bermimpi. Aaa indahnyahaha :’)
Sedang berfikir keras, gimana caranya supaya hobi saya bisajuga menelurkan uang? Ahaha :P Setelah ditilik-tilik, ternyata secara tidak sadar saya sudah berinvestasi! Tinggal memanfaatkan dan mengolah, tapi apa ya? Apa ya? Apa ya?
- Minggu pagi tiba-tiba telepon rumah berdering. Saya mengangkat telepon.
- Wuri: Halo. Assalamualaikum
- Penelepon: ...
- Wuri: Halo?
- Penelepon: ...
- Wuri: Halo? Halo?
- Penelepon: Oh iya, halo? Ibunya ada?
- Wuri: Ada. Ini dengan siapa ya?
- Penelepon: Ini Om!
- Wuri: Oh Om, iya iya tunggu bentar nyak. (memanggil ibu)
- ----
- Ibu: Halo?
- Penelepon: Lagi dimana?
- Ibu: Ya di rumah lah, ini kan nelepon ke telepon rumah.
- Wuri : (euuuu...)
- Ridlo, cemas dengan pertandingan persib (soalnya dia ga nonton). Wuri, cemas karena hpnya lama mati.
- Ridlo: Emang harus ke Dukomsel ya?
- Wuri: Iyaaa, kapan lagi soalnya, di entar-entar nanti malah ga jadi.
- Ridlo: Tapi cuma liat-liat aja kan ya?
- Wuri: Iya, kenapa gitu? Edo ga mau liat-liat juga yaa?
- Ridlo: Kenapa ga ke BEC aja?
- Wuri: Ditutup jalannya, katanya ada isu bom.
- Ridlo: Katanya Wuri mau makan enak dulu sebelum di operasi gigi.
- Wuri: Iya, tapi sesudah dari Dukomsel.
- --- sesampainya di Dukomsel ---
- Keadaan berubah. Jadinya yang excited liat-liat hp adalah Ridlo. Jadinya yang excited adalah Ridlo yang menemukan TV di Dukomsel jadi bisa nonton persib. Dan saya senang tidak jadi operasi gigi, karena tangan dokter kejepit pintu. Cepet sembuh, Dok.
- Hampir pukul 8 malam kemarin-kemarin-kemarinnya lagi, setibanya dirumah saya bercerita kepada ibu.
- Wuri: Bu, tadi pas di angkot ada anak kecil muntah, kayanya mabok perjalanan gitu. Itu mah muntahannya sampe ke baju sama celana.
- Ibu: Alaah terus kumaha?
- Wuri: Sama ibunya dikasih kresek, tapi di-rawu tea geuning bu, geuleuh nyak!
- Ibu: Eeeh resiko itu mah, Ri.
- Wuri: Resiko apa bu?
- Ibu: Iya resiko, semua Ibu pasti akan mengalami peristiwa "Anak Muntah Di Jalan". Kamu juga nanti begitu jadi jangan jijik-an. Wajar itu mah, Ri.
- Wuri: Aaa Ibu! *terharu
yak akhirnyaa.. untuk mengurangi rasa bosan dan monoton dalam mengisi lucky list yang masih jauh sampe 30 hari ini.. maka saya punya ide adalah ini. spesial hari ni, lucky list saya akan menjadi lucky list juga buat yang membaca. semoha hehehe.. karena khusus hari ini, saya akan membocorkan…